Selasa, 15 Oktober 2013


Mazhab Institusionalisme
1.Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi (tetapi juga karena motivasi lain seperti motivasi sosial dan), kejiwaan maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks Dengan demikian ilmu ekonomi menurut Veblen jauh lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli ahli ekonomi ortodoks

2.Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi andaian andaian dan perilaku variabel variabel ekonomi Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi tetapi sebagai seorang sociologist
3. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori teori ekonomi ortodoks seperti teori konsumsi perilaku bisnis andaian andaian laba maksimal persaingan sempurna ditolaknya Persaingan sempurna hampir tidak terjadi yang banyak terjadi adalah monopoli bukan persaingan harga tetapi harga ditetapkan lebih tinggi Konflik konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal tetapi antara bisnismen dengan para teknisi Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi
4. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahli ahli ekonomi karena dia menggunakan istilah istilah yang datang dari disiplin lain Namun demikian pandangan pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat Murid muridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiran pemikirannya
Tindakan Kolektif dan Surplus yang tidak Produktif

Jumat, 26 April 2013


Konsep Ketuhanan Dalam Islam

2.1 SEJARAH PEMIKIRAN MANUSIA TENTANG KONSEP KETUHANAN
           
Sejarah pemikiran manusia yang dimaksud di sini adalah pemikiran yang berdasarkan pengalaman lahiriah-batiniah ( penelitian rasional atau pengalaman batin). Dalam konteks literatur historis agama pemikiran tentang Tuhan dikenal dengan teori evolusionisme ( suatu proses kepercayaan tingkat sederhana sampai menjadi tingkat sempurna).
           
Tokoh atau Pemikir dan penganut yang mengemukakan teori evolusionisme : Max Muller, EB Taylor, Robertson Smith, Lubbock dan Jevens.

Pemikiran Barat tentang tuhan sebagai berikut :
a. “Tuhan” Dinamisme.
            Manusia sejak zaman primitif sudah mengenal dan mengakui adanya kekuatan gaib yang mempengaruhi hidup manusia. Yang dimaksud berpengaruh di sini adalah “sebuah benda”. Benda tersebut bisa berpengaruh negatif – positif.
b. “Tuhan” Animisme.
Setiap benda dianggap mempunyai roh. Roh bagi masyarakt primitif bisa bersifat aktif meski benda tersebut kelihatan mati. Oleh karena itu, roh dianggap sesuatu yang hidup ( rasa senang dan kebutuhan-kebutuhan).
c. “Tuhan” Politeisme.
Bagi “Tuhan politeisme”, eksistensi “Tuhan Dinamisme dan Animisme” belum dapat memberikan konsep ketuhanan yang sebenarnya karena masih bersifat sanjungan dan pujaan saja. Baginya, dari sekian banyak roh-roh ada beberapa saja yang dianggap unggul, seperti “dewa“
d. “Tuhan” Henoteisme.
            Dari sekian banyak dewa yang ada, hanya mengakui satu dewa saja. Namun manusia masih mengakui Tuhan bangsa lain. (Tuhan tingkat nasional).

3
e. “Tuhan” Monoteisme.
            Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. Bentuk monoteisme di tinjau dari segi filsafat ketuhanan terbagi menjadi 3:
1. Deisme ( Tuhan bersifat transenden: setelah pencipataan alam, Tuhan tidak terlibat lagi dengan hasil ciptaannya). 2. Panteisme ( Tuhan bersifat imanen: Tuhan menampakkan diri dalam berbagai fenomena alam). 3. Teisme ( Tuhan pada prinsip bersifat transenden, mengatasi semesta kenyataan, tetapi Tuhan juga selalu terlibat dengan alam semesta).

Tiga hal fundamental dalam membicarakan tentang Tuhan:
a.       Bedakan antara Tuhan dengan ide tentang Tuhan
b.      Manusia telah menyembah Tuhan sebelum muncul problematika tentang Tuhan
c.       Tidak ada pandangan individual tentang Tuhan yang dianggap final